Minggu, 27 Maret 2011

KOTA PAYAKUMBUH


Kota Payakumbuh terutama pusat kotanya dibangun oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda yang dimulai sejak keterlibatan mereka dalam perang Padri, dan kemudian kawasan ini berkembang menjadi depot atau kawasan gudang penyimpanan dari hasil tanam kopi dan terus berkembang menjadi salah satu daerah administrasi distrik pemerintahan kolonial Hindia-Belanda waktu itu[2].
Kota ini dibelah oleh sungai yang bernama Batang Agam, menurut tambo setempat, dari salah satu kawasan di dalam kota ini terdapat suatu nagari tertua yaitu nagari Aie Tabik dan pada tahun 1840[3], Belanda membangun jembatan batu untuk menghubungkan kawasan tersebut dengan pusat kota sekarang. Jembatan itu sekarang dikenal juga dengan nama Jembatan Ratapan Ibu.

 PEMERINTAHAN
Kota Payakumbuh sebagai pemerintah daerah berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1956 tanggal 19 Maret 1956, yang menetapkan kota ini sebagai kota kecil[4]. Kemudian ditindaklanjuti oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 tahun 1970 tanggal 17 Desember 1970 yang menetapkan kota ini menjadi daerah otonom pemerintah daerah tingkat II Kotamadya Payakumbuh. Selanjutnya wilayah administrasi pemerintahan terdiri atas 3 wilayah kecamatan dengan 73 kelurahan yang berasal dari 7 jorong yang terdapat di 7 kanagarian yang ada waktu itu, dengan pembagian kecamatan Payakumbuh Barat dengan 31 Kelurahan, kecamatan Payakumbuh Timur dengan 14 kelurahan dan kecamatan Payakumbuh Utara dengan 28 kelurahan.
Dan pada tahun 2008, sesuai dengan perkembangannya maka dilakukan pemekaran wilayah kecamatan, sehingga kota Payakumbuh sekarang memiliki 5 wilayah kecamatan, dengan 8 kanagarian dan 76 wilayah kelurahan.
Adapun wilayah kecamatan yang baru tersebut adalah kecamatan Lamposi Tigo Nagari, yang terdiri dari 6 kelurahan dalam kanagarian Lampasi dan Kecamatan Payakumbuh Selatan, yang terdiri dari 9 kelurahan dalam 2 kanagarian yaitu Limbukan dan Aur Kuning. Sedangkan kecamatan Payakumbuh Barat terdiri dari 22 kelurahan dalam kanagarian Koto Nan IV. Kecamatan Payakumbuh Timur terdiri dari 14 kelurahan dalam 3 kanagarian, yaitu Aie Tabik, Payobasuang dan Tiakar. Kecamatan Payakumbuh Utara terdiri dari 25 kelurahan dalam kanagarian Koto Nan Godang[5].


ini salah satu foto alam yg masih segar men..

ini dia salah satu stasiun rel kereta api tempo doeloe men abad 19

Rumah assistent-resident Payakumbuh di sekitar tahun 1900

ini dia Masjid di Payakumbuh di tahun 1920-an men

 Payakumbuh di tahun 1883–1889 

Pemandangan jalan di Payakumbuh di akhir abad ke-19

GEOGRAFIS

Kota Payakumbuh berada pada hamparan kaki gunung Sago, dan dikelilingi oleh kabupaten Lima Puluh Kota. Kota ini berada dalam jarak sekitar 30 km dari kota Bukittinggi atau 120 km dari kota Padang dan 188 km dari kota Pekanbaru.
Keadaan topografi daerah kota ini terdiri dari pebukitan dengan rata-rata ketinggian 514 meter diatas permukaan laut, dan suhu rata-rata berkisar antara 26 °C serta kelembahan udara antara 45 hingga 50 %.
Untuk penggunaan lahan di kota Payakumbuh adalah seperti berikut:
No. Jenis Lahan Persentase (%) Keterangan
1 Sawah 37.9 -
2 Tanah kering 62.1 * 47.0% dari tanah kering ini merupakan usaha pertanian, 28.0% tanah bangunan dan halaman serta sisanya berupa hutan negara, dan semak belukar.

PERHUBUNGAN
Kota ini termasuk kota penghubung antara kota Padang dengan kota Pekanbaru, dan dari kota ini dapat juga terhubung ke jalur lintas tengah Sumatera tanpa mesti melewati kota Bukittinggi.
Saat ini tengah dibangun jalan lingkar luar bagian utara (10,45 km) dan selatan (15,34 km) dikenal dengan Payakumbuh Bypass untuk memudahkan akses transportasi tanpa harus melalui pusat kota dan untuk mendorong pertumbuhan ekonominya. Pembangunan jalan ini berasal dari dan pinjaman pemerintah pusat kepada Bank Pembangunan Asia (ADB)[9].

 PEREKONOMIAN
Kota Payakumbuh sebagai kota persinggahan, menjadikan sektor jasa dan perdagangan menjadi sektor andalan. Namun sektor lain seperti pertanian, peternakan dan perikanan masih menjanjikan bagi masyarakat kota ini[10] karena didukung oleh keadaan tanahnya juga terbilang subur.
Untuk menjadikan kota ini sebagai sentra perdagangan selain dengan meningkatkan pasar-pasar tradisional yang ada selama ini, pemerintah setempat bersama masyarakatnya mencoba membangun sistem pergudangan untuk mendukung aktivitas perdagangan yang modern. Dan saat ini kota Payakumbuh telah memiliki sebuah pasar modern yang terletak di jantung kotanya.
Sementara industri-industri yang ada di kota ini baru berskala kecil, namun telah mampu berproduksi untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri, diantaranya sulaman bordir dan songkok/peci[11].

OLAHRAGA DAN BUDAYA

Masyarakat kota ini memiliki klub sepak bola yang dikenal dengan nama Persepak Payakumbuh yang bermarkas pada stadion Kapten Tantawi.
Olahraga pacu kuda juga merupakan pertunjukan yang paling diminati oleh masyarakat kota ini, dan biasa setiap tahunnya diselenggarakan pada gelanggang pacuan kuda yang bernama Kubu Gadang yang sekarang menjadi bahagian dari komplek GOR M.Yamin.
Kota Payakumbuh memiliki beberapa pertunjukan tradisional, diantaranya tarian-tarian daerah yang bercampur dengan gerakan silat serta diiringi dengan nyanyian, dan biasa ditampilkan pada waktu acara adat atau pergelaran seni yang disebut dengan randai[12]. Salah satu kelompok randai yang terkenal diantaranya dari daerah Padang Alai, yang bernama Randai Cindua Mato.
Masyarakat kota Payakumbuh juga terkenal dengan alat musik jenis Talempong, yaitu sama dengan alat musik gamelan di pulau jawa, yang biasa ditampilkan dalam upacara adat, majlis perkawinan dan lain sebagainya. Selain itu alat musik lain yang masih dijumpai di kota ini adalah Saluang, yaitu sejenis alat musik tiup atau sama dengan seruling.
Selain itu terdapat juga pertunjukan Pacu Itik yang setiap tahunnya diselenggarakan pada nagari-nagari yang ada dalam kota ini.

MAKANAN KHAS 


Kota Payakumbuh dikenal juga dengan sebutan Kota Botiah. Selain botiah masih banyak makanan khas dari kota ini diantaranya gelamai, boreh rondang, kipang, rondang boluk, rondang tolua dan martabak tolua. Di nagari Tiakar juga terdapat paniaram yaitu kue dari beras kotan di campur gula onau.



OBJEK WISATA:
OBJEK WISATA : Makam keramat Tanjung Lilin
Makam keramat Tanjung Lilin terletak di Kenagarian Taeh Baruah, Kecamatan Payakumbuh ± 8 km arah utara kota Payakumbuh dan sangat mudah serta aman untuk dikunjungi. Ditempat ini terasa suasana yang tenang dan sunyi walaupun sangat dekat dengan perkampungan penduduk. Ada dua versi cerita tentang Makam Keramat ini, versi pertama menceritakan bahwa yang berkubur disini adalah Syech Yusuf yang merupakan salah seorang ulama yang ikut mengembangkan syi'ar agama Islam dari Aceh sampai ke Malaysia, beliau dikenal mempunyai kesaktian dan ilmu kebatinan yang sangat tinggi. Syech Yusuf mempunyai 3 orang istri dan salah seorang istri beliau berasal dari Negeri Sembilan Malaysia dan beliau juga mempunyai anak cucu disana. Konon kabarnya, beliau bisa mengetahui keadaan anak cucunya di Negeri Sembilan walaupun beliau berada di Taeh, dan begitu juga sebaliknya. Versi kedua mengatakan bahwa yang berkubur disini adalah Syech Abdurrahman, yang ikut berjasa dalam mengembangkan agama Islam di daerah ini semasa zaman Paderi. Pengikut Tuanku Imam Bonjol ini memiliki kesaktian, mahir dengan ilmu bela diri dan terkenal keberaniannya. Tidak hanya didaerah ini, beliau juga mengembangkan agama Islam sampai ke Malaysia, tepatnya didaerah Kelang. Diperkirakan meninggal tahun 1836. Kekeramatan kuburan ini terlihat setelah beliau dikuburkan. Banyak penduduk sekitar yang sering melihat cahaya diatas kuburan tersebut yang menyerupai api lilin sehingga mereka takut untuk mendekat karena dianggap angker dan keramat.

OBJEK WISATA : Jembatan Ibuh dan Tugu Ratapan Ibu
Jembatan Ibuh merupakan tempat dimana terjadi pembantaian anak nagari Payakumbuh oleh penjajah Belanda yang ditembak dan disiksa kemudian dilemparkan ke Batang agam di Jembatan tersebut. Kemudian dengan isak tangis para Ibu atau Bundo kanduang, maka dijadikanlah sebagai tonggak sejarah perjuangan rakyat Payakumbuh dengan membangun Tugu ratapan Ibu.

OBJEK WISATA : Masjid Tuo Koto Nan Ampek
Masjid tuo koto nan ampek dibangun pada masa penjajahan Belanda yang terletak dikelurahan Balai Nan Duo koto nan Ampek Payakumbuh. Bentuk aslinya yang masih terpelihara yang terdiri dari bahan-bahan kayu/papan dan pohon kelapa. Meskipun telah berusia + 100 tahun, namun masih tetap kuat dan utuh. objek wisata ini hanya berjarak 2 km dari pusat kota
OBJEK WISATA : Ngalau Indah
Ngalau Indah Payakumbuh merupakan objek wisata kebanggaan Kota Payakumbuh. Ngalau Indah yang merupakan objek wisata di bukit simarajo yang merupakan kawasan hutan hijau lindung yang memiliki udara yang sejuk dan pemandangan yang cantik.

Kolam Renang Ngalau Indah Berkelas Internasional yang dibangun untuk keperluan anak nagari dalam meningkatkan minat olah raga renang serta sebagai objek wisata. Kolam Renang tersebut diresmikan oleh Gubernur Sumatera Barat H. Gamawan Fauzi tahun 2006.

Pintu Goa Ngalau Indah dilihat dari Dalam Goa
OBJEK WISATA : Ngalau sampik
Objek wisata ngalau sampik yang terletak berdampingan dengan Ngalau indah juga merupakan salah satu objek wisata kawasan hutan lindung dengan wajah pemandangan hutan hijau dan cantik yang terletak dekat jalan raya lintas Padang Pekanbaru
OBJEK WISATA : Pacu Itiak
Pacu Itiak (itik) Merupakan satu olah raga unik yang digelar oleh masyarakat Payakumbuh. Itik yang diperlombakan adalah itik khusus yang berusia antara 4-6 bulan. Keunikan dari Perlombaan ini adalah pada tempat penyelenggaraanya yang bukan dilakukan di sungai atau kolammelainkan diudara. Pacu itik dilombakan dengan jarak terbang yang sudah ditentukan seperti 800 m, 1600 m, dan 2000 m. Pemenangnya adalah itik yang dapat terbang diatas jalur yang ditentukan dengan pencapaian garis finish lebih awal
OBJEK WISATA : Pacu Jawi (Sapi)
Kegiatan Pacu Jawi (Sapi) diadakan diareal persawahan dan biasanya dilaksanakan sesuai musim panen.pada dasarnya perlombaan ini diadakan agar suasana panen lebih semarak dan menyenangkan. Dua ekor sapi diikat pada sebuah bajak dengan joki menari-narik ekor sapi. Dalam setiap perlombaan melibatkan 5 sampai 10 pasang sapi berpacu dari garis star sampai finish.Biasanya perlombaan ini diadakan 3 kali setahun sebelum musim tanam yang bertempat digelanggang Tanjung Anau, Payobasung
    OBJEK WISATA : Pacu Kudo (Kuda)
    Pacuan Kuda sebenarnya permainan rakyat, terutama bagi peternak kuda atau penggemar kuda di Kota Payakumbuh dulunya. Kini kegiatan ini telah menjadi event pendukung pariwisata di Kota Payakumbuh dengan jarak yang diperlombakan 800, 1200, 1400 dan 1600 meter. Umumnya kegiatan ini diadakan setahun sekali. Kegiatan ini pun telah ditetapkan sebagai event pariwisata nasional sebagai kalender wisata oleh Dinas Pariwisata Seni dan Budaya RI.






    OBJEK WISATA : Panorama Ampangan
    Objek Wisata Panorama Ampangan merupakan salah satu objek tujuan wisata di Kota Payakumbuh yang gterletak dikawasan perbukitan Kenagaraian Aur Kuning di kelurahan Ampangan Kec. Payakumbuh Selatan. Suasana alam perkampungan dan sawah serta ladang yang hijau dan luas terbentang mengajak wisatawan untuk menikmati keindahan alam pemandangan perbukitan.


















      OBJEK WISATA : Puncak Simarajo
    Objek Wisata Puncak Simarajo yang terletak dekat Ngalau Indah yang juga merupakan kawasan Hutan Lindung. Pemandangan yang indah dengan hutan hijau akan membawa para pengunjung untuk rileks melihat kawasan hutan hijau dan sawah yang terbentang luas membuat mata jadi segar dan hati jadi tenang dengan kesunyian suasana dan alam yang bersahabat. 




















    OBJEK WISATA : Randai
    Randai merupakan salah satu jenis kesenian teater rakyat anak nagari Minangkabau. Biasanya, satu grup Randai berjumlah 14 sampai 25 orang pemain yang membawakan lakon dari cerita-cerita rakyat, seperti, Kati Alam, Samsudin, Siti Sabariah, Alam, Saedar Siti Janela dan lain-lain. Secara teknis, Randai merupakan perpaduan antara tari, musik dan teater. Keunikannya terletak pada bentuk penyajian dengan bentuk pola lingkaran. Kedekatan antara pemain dan penonton menjadikan Randai sangat akrab dengan masyarakat Minangkabau.
    Randai biasanya dimainkan dihalan atau dilapangan, sehingga penonton yang mengelilingi pemain tampak menjadi suatu kesatuan yang utuh. Dalam setiap penampilan, penonton boleh saja menyela dialog-dialog yang disampaikan paemain atau mungkin bersorak untuk memberikan gairah pemain seperti halnya lenong di Betawi.   

     KOSA KATA BAHASA PAYAKUMBUH
    versi mudiak :
    suntiah = sobek yang panjang
    cabiak = sobek yang kecil
    kuyak = sobek yang tidak beraturan
    parok = pantak = lempar
    suga = bongih = marah
    golok-golok = lindok lindok = buram buram
    kaniak = kesini
    ka ken = ke sana
    jungkek = centil
    lungkeh = copot alias tangga...(bukan jenjang)
    tandeh = habis
    binjek = pilih (sabinjek=saketek)=sedikit
    culiak = colek
    duduk = rokok dari daun enau
    paisok = rokok
    ghobuang = cikal bakal tunas dari bambu betung yang dipakai untuk masakan
    kincuang = ..................................................
    ........??????
    kambeh = pare
    cimbodak = nangka
    botiak = kates=katelo=pepaya
    sosek = nyasar
    pilin = putar
    lunau = lumpur
    joghiang = jongkol
    ongeh = sombong=angkuh
    jungek = jutek = cipeh































    Rabu, 16 Februari 2011

    SOFTSKILL

    TUGAS 1S
    34110740
    1DB16
     
    TUGAS 1S(1S=Senin Pertama)
    Pilihlah jawaban yang paling benar dari 10 soal PG dibawah ini:
    Jawaban paling lambat hari Rabu Tgl, 16 Februari 2011.
    1.       Organisasi bersifat memberikan adanya suatu kepastian dan ketentuan tentang pelaksanaan kerja, dimana sekelompok manusia ada karena ingin bekerjasama tidak heran kalau organisasi tersebut mempunyai sifat tetap. Ini merupakan istilah organisasi dipandang sebagai:
    a.       Proses                                                                      c. Ilmu dan Seni
    b.      Wadah                                                                     d. Filsafat

    2.      Proses dari kegiatan seorang manajer bagaimana mengambil keputusan yang terbaik melalui kerjasama dengan orang lain tanpa mengabaikan sumber-sumber yang tersedia untuk pencapaian tujuan:
    a.       Manajemen                                                        c. Metode atau Tata kerja
    b.      Organisasi & Metode                                            d. Organisasi

    3.       Proses penyusunan pembagian kerja kedalam unit kerja dan fungsinya, penempatan orang yang tepat sesuai dengan perencanaan merupakan fungsi manajemen:
    a.       Planning                                                                 c. Motivating
    b.      Organizing                                                            d. Controlling

    4.      Yang termasuk kedalam dorongan yang sifatnya jasmaniah:
    a.       Kenaikan pangkat
    b.      Pemberian cuti
    c.       Pemberian tunjangan
    d.      Pendidikan dan pengembangan karir

    5.       Alat yang biasa digunakan untuk pencapaian tujuan:
    a.       Manejemen                                                           c. Sumber sumber
    b.      Tata kerja                                                              d. Organisasi

    6.      Untuk mencapai efisiensi haruslah dipenuhi syarat-syarat atau ukuran-ukuran seperti dibawah ini, kecuali:
    a.       Pelaksanaan kerja yang dapat dipertanggungjawabkan
    b.      Pembagian kerja yang nyata
    c.       Responsif dalam rencana
    d.      Prosedur kerja yang praktis

    7.       Kegiatan dilaksanakn dengan tepat, Target tercapai sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan tetapi mutu dari hasil kerja juga harus diperhatikan, hal tersebut merupakan syarat ukuran efisiensi:
    a.       Ekonomis                                                                c. Efektif
    b.      Produktif                                                                  d. Responsif

    8.      Diwah ini adalah Fungsi manjaemen, kecuali:
    a.       Production (produksi)                                     c. Motivating (dorongan)
    b.      Organizing (pengorganisasian)                             d. Controlling (pengawasan)

    9.      Yang termasuk sumber-sumber manajemen (The six M’s Manajemen) yang dikemukakan G. R. Terry adalah:
    a.       Money & planning                                             c. Methods & Organizing
    b.      Machine & Equipment                                   d. Market & Production

    10.   Kegiatan seorang manajer yang berhubungan dengan pengawasan, penyempurnaan dan penilaian dalam pencapaian tujuan, mengukur, melakukan tindakan korektif atas tindakan-tindakan merupakan bagian kegiatan dari:
    a    Planninng                                                               c. Motivating
    b. Organizing                                                              d. Controlling

    Rabu, 13 Oktober 2010

    PENDAHULUAN

    hidup merupakan suatu perkembangan dan kebutuhan dalam aktivitasnya.butuh suatu menejement dan aplikasi dalam penerapannya yang baik guna mencapai suatu nilai maksimum dalam penerapannya.dalam berbagai bidang aplikasi perencanaan hidup dapat membantu ekspentasi dan kehidupannya tersebut

    aplikasi manajemen dalam usaha

    Konsep dasar manajemen usaha restoran

    04/19/2010 oleh rumahkode
    Usaha restoran mempunyai desain usaha yang unik, karena menggabungkan usaha dagang retail dan manufacture/home industri. Pada sebuah restoran, mempunyai proses bisnis, dari pembelian bahan-bahan olahan/produksi. Bahan olahan ini, bisa di simpan dalam stok bahan (terutama yang bahan awet), misal minyak, tepung dll, kecuali sayuran dan bahan sekali olah lainnya.
    Uniknya disini adalah setelah makanan/masakan sudah siap saji, tidak mudah dalam penentuan stok/jumlah barang jualan. Sehingga monitoringnya tidak dimasukkan ke dalam database, cukup dilihat oleh pramu sajinya. Yang menjadi fokus adalah monitoring arus kas dari penjualannya.
    Dalam usaha restoran, marketing via ”offline” baik melalui brosur, atau pun dari mulut ke mulut, adalah sangat dominan. Karena restoran dalam perkembangannya, tergantung citra rasa hasil olahan..meski sekarang juga menjual kenyamanan, dan segala yg terkait relaksasi/refreshing. Dalam kenyataan, usaha restoran menjadi terkenal lebih dikarena ”rekomendasi” dari mulut ke mulut. Jelas ini karena reputasi citra rasa dan yang menyertainya. Sehingga konsep marketing offline usaha restoran mempunyai alokasi dana untuk orang-orang yang bersedia mengiklankan dan mengajak orang lain berkunjung ke restoran. Dalam dunia pariwisata, restoran menempati urutan atas dalam pilihannya, mungkin sekarang dikenal dengan ”wisata kuliner”. Pariwisata mempunyai komponen berupa seorang pemandu wisata (guide) baik untuk turis lokal maupun manca dan juga sopir/driver suatu PO (perusahaan otobus), yang biasa menghentikan bisnya dalam perjalanan jarak jauh trayek AKAP (antar kota antar propinsi) di suatu restoran tertentu.
    Kembali ke desain database….dari sedikit ulasan tentang usaha restoran dan hubungan dengan pariwisata, ternyata komponen database berupa guide dan driver merupakan komponen penting yang hampir selalu dilibatkan dalam transaksi penjualannya. Dan segala beban penjualan dikenakan ke pembeli..he3 (seperti yang saya alami baru-baru ini…
    makan soto ayam + jeruk anget = Rp 19.000
    soto ayam 12.000
    jeruk anget 7.000
    rehat, isi perut di suatu resto dari  jakarta/bogor –>  jogja via Pantura. Tepatnya di daerah Subang….lumayan mahal untuk ukuran standar.ha3)

    Lap Arus Kas/asset dalam manajemen keuangan non akuntansi.

    04/02/2010 oleh rumahkode Suatu sore,.pengusaha dari Pare, Kediri sekaligus mentor bisnis saya, telpon. “..mas aryo,.laporan pembayaran hutang piutangnya kok tidak ada ya?”. Kemarin staf saya tidak masuk, sehingga diganti dengan staf lain,.karena tidak “menemukan” laporan itu, uang pembayaran piutang tidak diserahkan staf pengganti itu…”dst.
    Dan singkat cerita, saya sarankan sementara mengecek lewat laporan arus kas (meskipun, akhirnya laporan yang dimaksudkan sudah tersedia,.karena dengan tulisan menu yang kurang sesuai sehingga tidak tahu).
    Dalam suatu manajemen keuangan, adalah sangat penting untuk selalu mencatat setiap kejadian serah terima atau pengeluaran kas terkait dengan operasional retal/bisnis (belum pendekatan akuntansi). Setiap pembelian, penjualan, penggajian, pelunasan Piutang/hutang dan lain-lain harus mempunyai catatan arus kasnya. Di dalam konsep aplikasi,program,software manajemen keuangan yang telah digunakan oleh klien saya, mempunyai pendekatan konsep arus asset. Karena pencatatan deviasi stok pun dicatatkan di tabel/laporan ini.

    Laporan ini sebagai monitoring terakhir, apabila tidak berhasil menemukan data transaksi yang dimaksudkan.
    Tentukan periode tanggal yang dimaksud, kemudan tekan tombol utk melihat laporan dan juga utk mencetak pda tombol bawah.

    tampilan layout utk monitorinf arus kas/aset

    serah perkembangan manajemen

    SEJARAH ILMU PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN INFORMATIKA

    Sejarah Perkembangan Ilmu Manajemen Warta Warga


    2Lisan.com
    Tulisan Tentang Ugari Batak (Raja Parhata) Ut Omnes Unum Sint; Warga Hijau PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMENLatar belakang/sejarah akuntansi yang menimbulkan diperlukannya akuntansi adalah perkembangan ilmu UG Warta Warga, Fasilitas baru Studentsite (93) [Info] Siaga sejarah perkembangan manajemen perkembangan militer itu sendiri dan searah dengan per-kembangan berbagai disiplin ilmu yang lain. Peran historis manajemen Warta Warga nasabah reksadana dapat dengan mudah mengetahui informasi-informasi seperti sejarah perkembangan wele2… bagus dan lengkap pembahasannya, jadi bertambah ilmu kita.Sejarah Shinobi (NINJA) Sejarah Ninja (ninja legendaris UG Staffsite; UG Studentsite; UG Video; UG Warta Warga PERKEMBANGAN ORGANISASI 14 November 2009 ghifari_itsutsu@yahoo Definisi Organisasi Dan Metode Warta Warga Di Atas Dapat Disimpulkan Bahwa Manajemen Adalah Ilmu Dan Seni sejarah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi Tyler yang membahaskan bahawa semua teori-teori dan program pendidikan peningkatan ilmu dalam sejarah seni, mengenali tokoh seni . Rumah Sejarah Perkembangan Sosiologi Warta Warga Sejarah Perkembangan Bahasa Melayu Docstoc. Imbasan Sejarah Hot topics >> Sejarah Teras Bri Warta Warga. antara news arca Concordia St. Paul 9:00-9 . . sejarah ilmu
    Jika manajemen didefinisikan sebagai fungsi dari manajer dan dengan tujuan untuk memperkaya dan bertukar ilmu UG Pedia; UG Staffsite; UG Studentsite; UG Video; UG Warta Warga data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis. Sejarah perkembangan E UG Repositori; UG Seminar; Warta Warga Ilmu Komputer; Kuliah Perkembangan Ilmu Politik. Ilmu politik erat hubungannya dengan sejarah dan filsafat, karena sejarah merupakan alat yang paling penting bagi ilmu politik, karena sejarah merupakan bahan atau data /fakta dari masa lampau untuk diolah lebih lanjut . a. administrasi pemerintahan daerah dan pusat b. teori-teori organisasi c. manajemen pemerintah. 7. bidang aturan politik a. perubahan dan pembentukan konstitusi b. legitimasi kekuasaan c. peraturan-peraturan daerah dan pusat Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian,politik, Perkembangan sejarah pemikiran ekonomi kemudian berlanjut dengan menghasilkan tokoh-tokoh seperti Alfred Marshall, J.M. Keynes, Karl Marx, hingga peraih hadiah Nobel bidang Ekonomi tahun 2006, Edmund Phelps. Dari waktu ke waktu, hajat hidup ini memerlukan standar baru sesuai dengan perkembangan zaman. Acuan dari standar ini selalu berpatokan kepada martabat menusia, sehingga dalam batas kemungkinan, manusia terus berusaha untuk mempertinggi . Disamping Bidang Manajemen Informatika, Teknik Komputer, dan Teknik Informatika Gunadarma juga melangkah ke Bidang lain. Pada hari Sabtu tanggal, 13 Januari 1990 Gunadarma mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gunadarma atau dikenal Sejarah ilmu manajemen. Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuno yaitu (management), yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Karenanya, manajemen dapat diartikan sebagai ilmu dan seni tentang upaya untuk memanfaatkan semua Dengan perkataan lain, penelitian sejarah perkembangan organisasi akan menunjukkan bahwa dalam perjalanan dan perkembangannya, organisasi tidak jarang didasarkan kepada pendekatan yang kaku, formalistik dan otokratik. Di samping itu, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk ilmu pengetahuan tentang organisasi, melahir-kan pula tuntutan profesionalisme dalam kehidupan berorganisasi yang dalam organisasi niaga misalnya mengambil bentuk pemisahan antara Sedangkan ilmu (science) mengajarkan tentang suatu (pengetahuan). Dalam sejarah perkembangannya teori manajemen telah mengalami tiga kali perubahan, yaitu: A. Scientific Management (teori insentif, 1903),. Tokoh: Taylor, Fayol, Gulick,
    Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, Sejarah perkembangan ilmu ekonomi. Adam Smith sering disebut sebagai yang pertama mengembangkan ilmu ekonomi pada abad 18 sebagai satu cabang tersendiri dalam ilmu pengetahuan. Melalui karya besarnya Wealth of Nations, Smith mencoba Peristiwa penting kedua yang mempengaruhi perkembangan ilmu manajemen adalah Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin, menggantikan tenaga manusia, yang berakibat pada pindahnya kegiatan Dengan penyederhanaan yang agak berlebihan, sejarah perkembangan manajemen strategik, dengan menggunakan tolok ukur waktu di negara maju dapat dikelompokkan dalam empat tahapan berikut ini : Oleh karena itu manajemen timbul dan berkembang searah de-ngan perkembangan militer itu sendiri dan searah dengan per-kembangan berbagai disiplin ilmu yang lain. Peran historis manajemen dalam mendukung organisasi militer untuk meraih sukses penugasannya, diakui berbagai kalangan Hal tersebut dapat dilihat dengan mencermati tonggak-tonggak sejarah perkembangan ekonomi dunia mulai dari perekonomian pada masa awal sejarah, perkembangan ekonomi di Yunani, di Cina, di Jazirah Arab, perdagangan Timur-Barat, Kondisi tersebut kemudian juga beriringan dengan perkembangan yang terjadi pada ilmu ekonomi yang dipergunakan sebagai “panduan” dalam merancang proses pembangunan ekonomi, sehingga pada gilirannya proses pembangunan itu sendiri juga mengalami

    sejarah perkembangan ilmu komunikasi

    Sejarah Perkembangan Ilmu Manajemen

    Banyak kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen. Namun diketahui bahwa ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan adanya piramida di Mesir. Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000 orang selama 20 tahun.[2] Piramida Giza tak akan berhasil dibangun jika tidak ada seseorang—tanpa mempedulikan apa sebutan untuk manajer ketika itu—yang merencanakan apa yang harus dilakukan, mengorganisir manusia serta bahan bakunya, memimpin dan mengarahkan para pekerja, dan menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin bahwa segala sesuatunya dikerjakan sesuai rencana.
    Piramida di Mesir. Pembangunan piramida ini tak mungkin terlaksana tanpa adanya seseorang yang merencanakan, mengorganisasikan dan menggerakan para pekerja, dan mengontrol pembangunannya.
    Praktik-praktik manajemen lainnya dapat disaksikan selama tahun 1400-an di kota Venesia, Italia, yang ketika itu menjadi pusat perekonomian dan perdagangan di sana. Penduduk Venesia mengembangkan bentuk awal perusahaan bisnis dan melakukan banyak kegiatan yang lazim terjadi di organisasi modern saat ini. Sebagai contoh, di gudang senjata Venesia, kapal perang diluncurkan sepanjang kanal dan pada tiap-tiap perhentian, bahan baku dan tali layar ditambahkan ke kapal tersebut. Hal ini mirip dengan model lini perakitan (assembly line) yang dikembangkan oleh Hanry Ford untuk merakit mobil-mobilnya. Selain lini perakitan tersebut, orang Venesia memiliki sistem penyimpanan dan pergudangan untuk memantau isinya, manajemen sumber daya manusia untuk mengelola angkatan kerja, dan sistem akuntansi untuk melacak pendapatan dan biaya.[3]
    Sebelum abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen. Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Dengan menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa dengan sepuluh orang—masing-masing melakukan pekerjaan khusus—perusahaan peniti dapat menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti dalam sehari. Akan tetapi, jika setiap orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan, sudah sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan sepuluh peniti sehari. Smith menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan (1) meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja, (2) menghemat waktu yang terbuang dalam pergantian tugas, dan (3) menciptakan mesin dan penemuan lain yang dapat menghemat tenaga kerja.
    Peristiwa penting kedua yang mempengaruhi perkembangan ilmu manajemen adalah Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin, menggantikan tenaga manusia, yang berakibat pada pindahnya kegiatan produksi dari rumah-rumah menuju tempat khusus yang disebut pabrik. Perpindahan ini mengakibatkan manajer-manajer ketika itu membutuhkan teori yang dapat membantu mereka meramalkan permintaan, memastikan cukupnya persediaan bahan baku, memberikan tugas kepada bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan lain-lain, sehingga ilmu manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli.
    Di awal abad ke-20, seorang industriawan Perancis bernama Henry Fayol mengajukan gagasan lima fungsi utama manajemen: merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan. Gagasan Fayol itu kemudian mulai digunakan sebagai kerangka kerja buku ajar ilmu manajemen pada pertengahan tahun 1950, dan terus berlangsung hingga sekarang.
    Sumbangan penting lainnya datang dari ahli sosilogi Jerman Max Weber. Weber menggambarkan suatu tipe ideal organisasi yang disebut sebagai birokrasi—bentuk organisasi yang dicirikan oleh pembagian kerja, hierarki yang didefinisikan dengan jelas, peraturan dan ketetapan yang rinci, dan sejumlah hubungan yang impersonal. Namun, Weber menyadari bahwa bentuk “birokrasi yang ideal” itu tidak ada dalam realita. Dia menggambarkan tipe organisasi tersebut dengan maksud menjadikannya sebagai landasan untuk berteori tentang bagaimana pekerjaan dapat dilakukan dalam kelompok besar. Teorinya tersebut menjadi contoh desain struktural bagi banyak organisasi besar sekarang ini.[4]
    Perkembangan selanjutnya terjadi pada tahun 1940-an ketika Patrick Blackett melahirlkan ilmu riset operasi, yang merupakan kombinasi dari teori statistika dengan teori mikroekonomi. Riset operasi, sering dikenal dengan “Sains Manajemen”, mencoba pendekatan sains untuk menyelesaikan masalah dalam manajemen, khususnya di bidang logistik dan operasi. Pada tahun 1946, Peter F. Drucker—sering disebut sebagai Bapak Ilmu Manajemen—menerbitkan salah satu buku paling awal tentang manajemen terapan: “Konsep Korporasi” (Concept of the Corporation). Buku ini muncul atas ide Alfred Sloan (chairman dari General Motors) yang menugaskan penelitian tentang organisasi.
    [sunting] Teori manajemen
    [sunting] Manajemen ilmiah
    Frederick Winslow Taylor.
    Manajemen ilmiah, atau dalam bahasa Inggris disebut scientific management, pertama kali dipopulerkan oleh Frederick Winslow Taylor dalam bukunya yang berjudul Principles of Scientific Management pada tahun 1911. Dalam bukunya itu, Taylor mendeskripsikan manajemen ilmiah adalah “penggunaan metode ilmiah untuk menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.” Beberapa penulis seperti Stephen Robbins menganggap tahun terbitnya buku ini sebagai tahun lahirya teori manajemen modern.
    Ide tentang penggunaan metode ilmiah muncul ketika Taylor merasa kurang puas dengan ketidakefesienan pekerja di perusahaannya. Ketidakefesienan itu muncul karena mereka menggunakan berbagai macam teknik yang berbeda untuk pekerjaan yang sama—nyaris tak ada standar kerja di sana. Selain itu, para pekerja cenderung menganggap gampang pekerjaannya. Taylor berpendapat bahwa hasil dari para pekerja itu hanyalah sepertiga dari yang seharusnya. Taylor kemudian, selama 20 tahun, berusaha keras mengoreksi keadaan tersebut dengan menerapkan metode ilmiah untuk menemukan sebuah “teknik paling baik” dalam menyelesaikan tiap-tiap pekerjaan.
    Berdasarkan pengalamannya itu, Taylor membuat sebuah pedoman yang jelas tentang cara meningkatkan efesiensi produksi. Pedoman tersebut adalah:
    1. Kembangkanlah suatu ilmu bagi tiap-tiap unsur pekerjaan seseorang, yang akan menggantikan metode lama yang bersifat untung-untungan.
    2. Secara ilmiah, pilihlah dan kemudian latihlah, ajarilah, atau kembangkanlah pekerja tersebut.
    3. Bekerja samalah secara sungguh-sungguh dengan para pekerja untuk menjamin bahwa semua pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip ilmu yang telah dikembangkan tadi.
    4. Bagilah pekerjaan dan tanggung jawab secara hampir merata antara manajemen dan para pekerja. Manajemen mengambil alih semua pekerjaan yang lebih sesuai baginya daripada bagi para pekerja.
    Pedoman ini mengubah drastis pola pikir manajemen ketika itu. Jika sebelumnya pekerja memilih sendiri pekerjaan mereka dan melatih diri semampu mereka, Taylor mengusulkan manajemenlah yang harus memilihkan pekerjaan dan melatihnya. Manajemen juga disarankan untuk mengambil alih pekerjaan yang tidak sesuai dengan pekerja, terutama bagian perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengontrolan. Hal ini berbeda dengan pemikiran sebelumnya di mana pekerjalah yang melakukan tugas tersebut.
    Manajemen ilmiah kemudian dikembangkan lebih jauh oleh pasangan suami-istri Frank dan Lillian Gilbreth. Keduanya tertarik dengan ide Taylor setelah mendengarkan ceramahnya pada sebuah pertemuan profesional.
    Keluarga Gilbreth berhasil menciptakan mikronometer yang dapat mencatat setiap gerakan yang dilakukan oleh pekerja dan lamanya waktu yang dihabiskan untuk melakukan setiap gerakan tersebut. Gerakan yang sia-sia yang luput dari pengamatan mata telanjang dapat diidentifikasi dengan alat ini, untuk kemudian dihilangkan. Keluarga Gilbreth juga menyusun skema klasifikasi untuk memberi nama tujuh belas gerakan tangan dasar (seperti mencari, menggenggam, memegang) yang mereka sebut Therbligs (dari nama keluarga mereka, Gilbreth, yang dieja terbalik dengan huruf th tetap). Skema tersebut memungkinkan keluarga Gilbreth menganalisis cara yang lebih tepat dari unsur-unsur setiap gerakan tangan pekerja.
    Skema itu mereka dapatkan dari pengamatan mereka terhadap cara penyusunan batu bata. Sebelumnya, Frank yang bekerja sebagai kontraktor bangunan menemukan bahwa seorang pekerja melakukan 18 gerakan untuk memasang batu bata untuk eksterior dan 18 gerakan juga untuk interior. Melalui penelitian, ia menghilangkan gerakan-gerakan yang tidak perlu sehingga gerakan yang diperlukan untuk memasang batu bata eksterior berkurang dari 18 gerakan menjadi 5 gerakan. Sementara untuk batu bata interior, ia mengurangi secara drastis dari 18 gerakan hingga menjadi 2 gerakan saja. Dengan menggunakan teknik-teknik Gilbreth, tukang baku dapat lebih produktif dan berkurang kelelahannya di penghujung hari.
    [sunting] Teori administrasi umum
    Teori administrasi umum atau, dalam bahasa Inggris, general theory of administration, adalah teori umum mengenai apa yang dilakukan oleh para manajer dan bagaimana cara membentuk praktik manajemen yang baik. Sumbangan penting untuk teori ini datang dari industrialis Perancis Henri Fayol dengan 14 prinsip manajemen-nya dan sosiolog Jerman Max Weber dengan konsep birokrasi—bentuk organisasi yang dicirikan oleh pembagian kerja, hierarki yang didefinisikande dengan jelas, peraturan dan ketetapan rinci, dan sejumlah hubungan impersonal.
    [sunting] Pendekatan kuantitatif
    Pendekatan kuantitatif adalah penggunaan sejumlah teknik kuantitatif—seperti statistik, model optimasi, model informasi, atau simulasi komputer—untuk membantu manajemen dalam mengambil keputusan. Sebagai contoh, pemrograman linear digunakan para manajer untuk membantu mengambil kebijakan pengalokasian sumber daya; analisis jalur krisis (Critical Path Analysis) dapat digunakan untuk membuat penjadwalan kerja yang lebih efesien; model kuantitas pesanan ekonomi (economic order quantity model) membantu manajer menentukan tingkat persediaan optimum; dan lain-lain.
    Pengembangan kuantitatif muncul dari pengembangan solusi matematika dan statistik terhadap masalah militer selama Perang Dunia II. Setelah perang berakhir, teknik-teknik matematika dan statistika yang digunakan untuk memecahkan persoalan-persoalan militer itu diterapkan di sektor bisnis. Pelopornya adalah sekelompok perwira militer yang dijuluki “Whiz Kids.” Para perwira yang bergabung dengan Ford Motor Company pada pertengahan 1940-an ini menggunakan metode statistik dan model kuantitatif untuk memperbaiki pengambilan keputusan di Ford.
    [sunting] Kajian Hawthorne
    Kajian Hawthrone adalah serangkaian kajian yang dilakukan pada tahun 1920-an hingga 1930-an. Kajian ini awalnya bertujuan mempelajari pengaruh berbagai macam tingkat penerangan lampu terhadap produktivitas kerja. Kajian dilakukan di Western Electric Company Works di Cicero, Illenois.
    Uji coba dilaksanakan dengan membagi karyawan ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen dikenai berbagai macam intensitas penerangan sementara kelompok kontrol bekerja di bawah intensitas penerangan yang tetap. Para peneliti mengharapkan adanya perbedaan jika intensitas cahaya diubah. Namun, mereka mendapatkan hasil yang mengejutkan: baik tingkat cahaya itu dinaikan maupun diturunkan, output pekerja meningkat daripada biasanya. Para peneliti tidak dapat menjelaskan apa yang mereka saksikan, mereka hanya dapat menyimpulkan bahwa intensitas penerangan tidak berhubungan langsung dengan produktivitas kelompok dan “sesuatu yang lain pasti” telah menyebabkan hasil itu.
    Pada tahun 1927, Profesor Elton Mayo dari Harvard beserta rekan-rekannya diundang untuk bergabung dalam kajian ini. Mereka kemudian melanjutkan penelitian tentang produktivitas kerja dengan cara-cara yang lain, misalnya dengan mendesain ulang jabatan, mengubah lamanya jam kerja dan hari kerja alam seminggu, memperkenalkan periode istirahat, dan menyusun rancangan upah individu dan rancangan upah kelompok. Penelitian ini mengindikasikan bahwa ternyata insentif-insentif di atas lebih sedikit pengaruhnya terhadap output pekerja dibandingkan dengan tekanan kelompok, penerimaan kelompok, serta rasa aman yang menyertainya. Peneliti menyimpulkan bahwa norma-norma sosial atau standar kelompok merupakan penentu utama perilaku kerja individu.
    Kalangan akademisi umumnya sepakat bahwa Kajian Hawthrone ini memberi dampak dramatis terhadap arah keyakinan manajemen terhadap peran perlikau manusia dalam organisasi. Mayo menyimpulkan bahwa:
    * perilaku dan sentimen memiliki kaitan yang sangat erat
    * pengaruh kelompok sangat besar dampaknya pada perilaku individu
    * standar kelompok menentukan hasil kerja masing-masing karyawan
    * uang tidak begitu menjadi faktor penentu output bila dibandingkan dengan standar kelompok, sentimen kelompok, dan rasa aman.
    Kesimpulan-kesimpulan itu berakibat pada penekanan baru terhadap faktor perilaku manusia sebagai penentu berfungsi atau tidaknya organisasi, dan pencapaian sasaran organisasi tersebut.
    [sunting] Fungsi manajemen
    Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi empat, yaitu:
    1. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
    2. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
    3. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha
    [sunting] Sarana manajemen
    Man dan machine, dua sarana manajemen.
    Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan alat-alat sarana (tools). Tools merupakan syarat suatu usaha untuk mencapai hasil yang ditetapkan. Tools tersebut dikenal dengan 6M, yaitu men, money, materials, machines, method, dan markets.
    Man merujuk pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi. Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang yang berkerja sama untuk mencapai tujuan.
    Money atau Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.
    Material terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan manusia tidaki dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.
    Machine atau Mesin digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja.
    Metode adalah suatu tata cara kerja yang memperlancar jalannya pekerjaan manajer. Sebuah metode daat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusianya sendiri.
    Market atau pasar adalah tempat di mana organisasi menyebarluaskan (memasarkan) produknya. Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.